Sunday, December 30, 2007
nalajju nakku'
sudah dua hari ini
saya merasa lesu
agak meriang gitu
tapi tetap aja
aku berusaha ceria
dan tampak segar aja
padahal
terasa capek banget
entah kenapa
padahal
nggak ngapa-ngapain juga sih
mungkin karena mikir kali ya
tapi mikir apaan?
orang pada libur kok
masih sempat mikir
tiba-tiba seorang teman nyahut
emang mikir
"mikirkan si dia dan hari H"
aku jadi tergelak
tapi jangan-jangan iya..
ah sudahlah
emang gue pikirin
yang jelas aku merasa nggak fit
atau jangan-jangan bener
aku kena penyakit
"malarindu"
atau orang makassar menyebutnya
"nalajju nakku'"
he...he..he..
bisa aja...
Friday, December 28, 2007
Aku Memberinya Mawar...
disanalah dia di wisuda
aku menunggunya keluar
lama juga sih nunggunya
sampai pegal-pegal gitu
tapi pas lihat dia tersenyum sumringah
semua jadi kelupa deh...
perlahan kudekati
dengan gugup kuserahkan
tiga tangkai bunga mawar
disertai ucapan singkat:
"zLaMat Ya"
tak lebih,
habis itu, aku berlalu
gimana nggak keki
nyerahinnya di depan calon mertua
lagian baru kali ini
aku melakukan itu
belum lagi waktunya mepet
menjelang jum'atan gitu
ya udah
langsung aja saya cabut
yang penting niat kesampaian
lega...
lega...
lega...
Thursday, December 27, 2007
Calon Istriku Wisuda Besok
calon istriku diwisuda lagi
kemarin tahun 2004
wisuda S1 barengan denganku
tapi besok dia wisuda S2
dan saya belum apa-apa
hik..hik..
kalau dipikir-pikir
aku merasa lucu juga
calon istrinya sudah S2
calon suaminya masih S1
kerjaan nggak jelas pula
huuu.. kasman payah ya
tapi biar gimana
namanya juga takdir
ya... jadilah kita calon suami-istri
besok aku akan hadir di wisudanya
mudah-mudahan aku diberi Pe De
biar nggak malu-maluin deh...
zLaMat & sUksEs buatnya....
moga ridhoNya selalu menyertai
kita semua...
Amin....
Sunday, December 23, 2007
rindu berat euy........
sekarang tuh aku rindu berat
ama yang namanya michelle yeoh
asal tau aja,
wajahnya tuh mirip banget
dengan..........
ehm.. ehm....
jadi malu nyebut namanya..
Friday, December 21, 2007
keki abizzzzzzzzz
menemui calon mertua
(dan anaknya tentunya)
eh tak tahunya
yang bersemangat nemuin
benar-benar calon mertua
tentulah jadi keki
apalagi pas makan bareng
perut sih keroncongan
apalagi kehujanan di jalan
tapi apa daya
makannya dengan ibu calon mertua
jadilah ditahan-tahan itu selera
keki abizzzzz....
dasar.........
bener kata orang dulu
kalau kau malu
maka bersiaplah untuk lapar...
hik.. hik.. hik...
Tuesday, December 11, 2007
kado ultah terindah
tak ada ultahku
yang lebih berkesan
dibanding hari ini
pasalnya,
aku mendapatkan kado istimewa...
seorang bidadari,
menyatakan kesiapannya mendampingiku
dalam mengarungi hidup
hik... hik... hik..
jadi malu
akhirnya,
kupunya juga calon istri
belahan jiwa
tulang rusuk yang hilang
ketemu kembali
berdebar hatiku..
bergetar jiwaku..
berdetak jantungku..
Monday, December 10, 2007
hore.........
tahu kenapa?
karena lamaranku diterima oleh calon mertua
jadilah aku bergelar sicalon menantu...
lucu juga ya kalau lagi melamar
belum pernah aku se keki ini sebelumnya
padahal aku tuh terkenal cuek
tapi kali ini tidak bisa deh
pokoknya aku bersyukur banget deh
nggak pernah aku sebahagia ini
suerrrr
kalian yang masih jomblo
harus segera memberanikan diri
ayo kita akhiri masa jomblo
ya...ya...ya...
alhamdulillah
wa syukurillah
bersyukur padamu ya Allah
Thursday, November 29, 2007
apa ini sekedar simpati?
kini aku sadar betapa aku belum mengenalmu selama ini.
betapa banyak perbuatanku yang telah membuatmu terluka
tapi kau begitu tabah untuk tetap mempercayaiku.
kau mempertahankan keyakinanmu padaku
dari gempuran keraguan dan was-was
bahwa aku akan berkhianat
tapi kau tetap bertahan
bahwa kadang manusia memang mungkin keliru
dan kau paham itu
bahwa aku juga manusia dan buakn malaikat.
kuucapkan dengan sepenuh hati syukurku
terhatur pada Ilahi
kusampaikan salam terima kasihku padamu
atas anugrah yang tak ternilai ini
tak salah aku menilaimu
dalam pengenalanku yng masih dangkal dulu
aku menilaimu sebagai bidadari
dan itu tak salah
setelah aku kian mengenalmu.
maaf....
aku mungkin telah membuatmu terluka kemarin
semoga esok kita bisa lebih saling memahami
Wednesday, November 28, 2007
…itu munafik namanya…itu munafik namanya
belum pernah aku merasa seperti ini,
aku hampir tak mampu memaafkan diriku sendiri.
aku telah membuatnya kehilangan kepercayaan padaku.
kuakui ini salahku.
sepanjang malam aku tersiksa,
kiranya bukanlah hal yang salah,
kalau aku menangis karena ini,
aku tak tiba tertidur sepanjang malam...
aku telah menyiksanya dalam keraguan.
yang membuatku makin haru...
dia memberikan maafnya dengan tulus,
dengan senyum ikhlas
hatiku makin terasa rawan...
gerimis di pelupuk mataku kian menderas.
moga Allah membalasmu dengan setimpal
kau memang bidadari
sungguh-sungguh bidadari
dengan jiwa selembut sutra
dan hati seluas samudra
aku masih tersedu
kunikmati Ikke Nurjannah dengan “Munafik”nya
meski semua temanku terheran
aku tak peduli, bahkan kebodohan inipun
belum pantas sebagai hukuman
atas kesalahanku padamu
bila engkau berbicara
lain di bibir lain di hati
dan bila engkau berjanji
selalu engkau ingkari
dikala kau dipercaya
lalu kau menghianatinya
itu munafik namanya
itu munafik namanya
gerimis dipelupuk mataku kian menderas
Tuesday, November 27, 2007
teringat ibuku
basah terasa aliri pipa yang kering
hangat sentuhannya damai terasa
m’nyertai lagkah kita di s’panjang hayatnya
kasih sayangnya sehangat mentari pagi
belaian tanganya selembut angin sutra
senyum manisnya hiburkan hati nan duka
pandang matanya tajamkan hati nan suci
ia adalah, wanita paling berjasa
sejak kita lahir ke dunia
dan melanglang alam fana
tiada tandingan budinya dalam hidup kita
yang melahirkan kita,
menyusi dan membesarkan kita
pertaruhkan jiwa raga membela kita semua
ialah ibunda
yang selalu mendoakan kita
dalam keadaan lapang suka ataupun duka
tutur katanya adalah harapan doa
nasihat yang berguna sepanjang masa
keridhoannya adalah ridho ilahi
kemurkaannya adalah murka ilahi
aku teringat ibuku
seungguh terkenang-kenang
kunikmati dalam senyap nasyid “Ibunda”
dari “Suara Persaudaraan” diatas
Monday, November 26, 2007
kemalasan mendera
atau sebentuk kemalasan
rumah ini tak pernah terurus
aku hanya datang untuk menengok
apa ada pesan baru atau tidak
aku merasa malas untuk posting
coba kucari pemantik inspirasi
entah tercecer dimana
ideku mengering lagi
sepertinya terbelenggu rutinitas
tapi semalam aku dapat semangat baru
menulis saja, tak lebih
entah itu pantas dibaca
entah itu tiada bermakna
menulis saja
toh pada akhirnya akan terbaca
toh pada akhirnya akan bermakna
bahwa kau belajar menulis
bahwa kau belajar mengeja
bukankah itu sudah cukup?
Tuesday, October 30, 2007
Wednesday, October 10, 2007
Sunday, September 23, 2007
Aku Tak Bisa Memarahinya...
apa ini sebentuk ketakutan baru atau apa...
tapi yang pasti
aku tak berani membantah pada maunya...
apalagi aku harus marah
pada keputusannya
yang membuat rasaku retak...
aku tak kuasa berkata tidak
dia menaklukkanku dengan telak
atau memang sudah demikian adanya
aku penakut? tak bisa diharap?
atau justru
bukannya aku taku padanya
sehingga aku tak protes
aku takut pada kenyataan diri sendiri?
aku kehilangan kepercayaan diri?
tapi karena apa?
tak mampu kutemukan jawaban
atas setumpuk tanya
saat ini aku cuma bisa pasrah....
pasrah... pasrah... dan pasrah...
berharap datangnya keajaiban
Friday, September 21, 2007
Akhirnya Meledak!!!
ternyata secara fisik aku kalah
mulai kemarin siang badanku panas
aku demam, demam betulan...
aku merasa meriang
tak bisa beraktivitas banyak.
makanya kunikmati dengan tiduran
entah kenapa siang kemarin
ditengah rasa pusing yang melanda
hatiku didera rasa haru
ingin kuhubungi semua sahabatku
terutama dia yang sudah demikian karib
tak tahunya, tidak begitu lama
poselku berdering mengabarkan pesan
sms darinya masuk menyapa
ternyata dia juga sakit
dan merasakan hal yang sama
dia juga mengingatkanku
pada seorang saudara
yang tergolek tak berdaya
menguji iman dalam godaan sakit
moga kau tabah...
haru yang menggumpal,
ingin menyapa karib kerabat
Semoga Allah memberikan kesabaran
pada semua yang lagi diuji olehNya...
Moga cepat sembuh...
Thursday, September 20, 2007
Lesu Banged Neehh..
kok selama ramadhan tahun ini
aku merasa lesu banged....
pengennya tidur mulu...
tadarrusku nggak beranjak dari juz 3
padahal ini sudah hari ke-8
belum lagi tarawih
belum pernah sekalipun aku ngikut jamaah
aku hanya menggantinya dengan tahajjud
itupun masih bolong...
ada yang punya tips nggak?
sepertinya aku menderita futur nih
tapi parahnya kok sekarang???
disaat seharusnya ghirah keimanan meningkat,
ibadah makin rajin
eh.... ternyata...
aku futur lagi...
Saturday, September 15, 2007
Arung Palakka Ultah ke-373
BAGI RAJA BUGIS...
Arung Palakka La Tenritatta
Petta Malampe'e Gemme'na
Matinroe ri Bontoala
Berikut sekelumit tentangnya
yang saya copy-paste
dari emailnya daeng ruslee
di milis blogger-makassar :
Dear Tomang2
Menurut buku sejarah, hari Sabtu kemarin, 15 September 2007, adalah hari jadi yang ke 373 dari Arumpone, Arung Palakka La Tenritatta Petta Malampe'e Gemme'na, Matinroe ri Bontoala.
Beliau dilahirkan di Lamatta Soppeng, 15 September 1634.
Meninggal di Bontoala, 16 April 1696. Dimakamkan di Katangka, makam raja2 Gowa, berdampingan dengan ayah angkatnya, Karaeng Pattiongalloang yang memberinya nama paddaengang - Daeng Serang.
Di penghujung abad 17, Petta Arung Palakka adalah satu-satunya Raja yang berhasil menguasai keseluruhan jazirah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Nusa Tenggara. Pengaruhnya sampai ke Sumatera Barat dan Jawa Timur, dimana beliau pernah menghancurkan kekuatan raja lokal disana, termasuk Trunojoyo di Madura.
Selamat Ulang Tahun Petta!
Friday, September 14, 2007
Monday, September 10, 2007
Terjatuh Lagi...
Ku takut untuk menyebut
Apa namanya
Bukan karena kutakut salah
Tetapi kutakut
Benar apa yang kurasa...
Penggalan lagu Titi Dj yang berjudul “GALAU”
Berpendar di kesadaranku....
Entah kenapa...
Aku merasa kata-katanya begitu menusuk,
Membuat dadaku bergetar...
Aku benar-benar galau...
Betul kata Titi Dj,
Yang mengkhawatirkanku bukan takut salah.
Aku takut kalau rasa itu benar.
Sudiang-Makassar
Thursday, August 30, 2007
Menulisko’ deK!!!
Menuntaskan apa yang pernah kumulai...
Menulis,...
Ya, menulis...
Aku sadar, “Intelektual apa tak punya karya?”
Saatnya produktif!!!
Ramadhan ini harus kutuntaskan:
a. Monoteisme Dialektika Historis
b. Catatan Buat Ning
c. Buku Pegangan Tarbiyah
d. Gerakan Tamadduni...
Tak boleh tertunda lagi...
“Sekarang atau tidak selamanya”
Benar kata Pram...
“Menulislah!!!”
kata itu terus menggema,
Menggedor-gedor kesadaranku...
Tamalanrea-Makassar
Tuesday, August 14, 2007
Sendiri yang sunyi...
Tak ada teman, tak ada sahabat.
Apakah aku harus menyesal,
Atau menyalahkan apa yang terjadi?
Tidak!
Aku tidak boleh kalah oleh sesal.
Aku tak akan menyerah pada dendam!
Setelah semuanya kupersembahkan,
Dan tak kudapatkan yang kuimpikan,
Akhirnya kusadari...
Tak sepenuhnya aku ikhlas selama ini.
Berat, sungguh berat...
Melepaskan apa yang telah ku cintai
Dengan cinta yang mendalam
Sangat, sangat dan sangat dalam.
### yang kukenal begitu intim,
Bahkan telah sembilan tahun menjelang,
Ternyata tak benar-benar aku kenal.
Hari ini, dia memberiku pelajaran.
Pelajaran yang begitu berarti...
Bahwa tak ada kesetiaan dalam politik,
Kecuali pertemuan kepentingan.
Kawan adalah mereka yang sepaham,
Lawan adalah dia yang merugikan.
Ternyata benar kata Machiavelli...
Bahwa seharusnya,
Seorang pemimpin harus bertindak,
Berdasarkan apa yang harus dilakukan.
Dan bukan karena itu benar atau salah.
Persetan dengan moralitas dan akal sehat.
Peduli amat dengan semua aturan dan etika.
Semua hanya retorika.
Maafku Nietszche, aku tak mempercayaimu dulu.
Yang kuatlah yang jadi pemenangnya.
Bukan siapa benar, siapa salah.
Tapi siapa yang punya kuasa.
Nietzche, pantas kau mengajarkan padaku:
“Kehendak Untuk Kuasa”
Ternyata, ###pun begitu,
Tak ada yang lepas dari itu.
Graha Insan Cita-Depok
Monday, August 06, 2007
Lagi di Palu
hari-hari di Palu kulalui dengan mengisi diskusi yang dilakukan oleh tamn-teman mahasiswa disini. melelahkan memang, justru karena itu aku sempat OL hari ini. saya dinyatakan kelelahan dan butuh istirahat, setelah seharian kemarin tidak pernah punya waktu istirahat yang cukup.
kumanfaatkanlah waktu ini untuk menarikan jari tanganku diatas tuts untuk menggoreskan apa yang terlintas sepintas dipikiran yang penat.
sebentar malam au harus begadang mempersiapkan berlembar-lembar makalah untuk kebutuhan presentasi dihadapan peserta seminar regional besok pagi. saya diminta membahas tema studi kritik Politik Islam. tema yang sebenarnya jauh dari bidang keilmuanku, manajemen sumberdaya manusia.
makanya kesempatan ngenet ini jga aku manfaatkan untuk berselancar menjelajah mencari bahan pelengkap ulasan yang telah kusipakna sebelumnya. doain ya semoga besok aku bisa tampil dalam performance yang sempurna.
saatnya istirahat sekarang.
chaoooo...........
Tuesday, July 24, 2007
Hidup Aneh dan Ajaib
"hidup begitu membingungkan; aneh dan ajaib"
ya, saya sepakat dengan itu
Membingungkan:
kadang dia memberikan apa yang tidak kita minta
namun dia juga tak segan merenggut apa yang kita puja dan damba sepenuh hati
Aneh:
dia akan memberi kita kejutan dari arah yang tidak kita sangka
namun dia juga kadang membuat kita sakit dari arah yang kita takutkan
Ajaib:
kadang kita merasa sudah mengendalikan semua sampai dia membuat kita sadar bahwa sebaliknyalah yang benar,
kadang juga ketika kita tenggelam dalam kesia-siaan, dia memberi kita harapan.
seperti saat ini,
saya membutuhkan keanehan dan keajaiban hidup
untuk menyelamatkan hatiku
makasih untukmu
yang telah mengirimiku sms
Wednesday, July 18, 2007
Saturday, June 30, 2007
Kekerasan (...teringat GANDHI)
dia menceritakan tentang kekerasan yang dialami oleh beberapa mahasiswa
yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) Palu
ketika mereka melakukan demonstrasi menuntut
agar kasus korupsi Rektor Universitas Tadulako diusut tuntas
mereka disebu oleh segerombolan preman
yang ditenggarai disewa oleh Sang Rektor.
hal ini menimbulkan beberapa peserta demonstrasi terluka
bahkan ada yang sampai terbacok senjata tajam.
ternyata premanisme bukan hany milik mereka yang memang hidup di dunia hitam
kampus dan dunia akademik ternyata juga menjadi sarang yang nyaman
bagi teumbuh dan berkembangnya premanisme
lalu dimana hati nurani dan idealisme akademik dan intelektual
tersembunyi di lorong gelap hati nurani di sudut-sudut yang jorok barangkali.....
di saat-saat seperti ini, saya teringat sebuah nama
GANDHI
Thursday, June 28, 2007
Puisi Emha
Beberapa hari yang lalu, aku menemukan sebuah majalah usang. Di dalamnya aku mendapatkan sebuah puisi dari Emha Ainun Najib yang demikan menyentuh kalbuku. Aku menulis puisi ini, semoga bisa menjadi bahan renungan bersama.
Begitu engkau bersujud, terbangunlah ruang yang kau tempati itu menjadi sebuah masjidSetiap kali engkau bersujud, setiap kali pula engkau dirikan masjid
Wahai, betapa menakjubkan, berapa ribu masjid yang telah kau bangun selama hidupmu?
Tak terbilang jumlahnya, menara masjidmu meninggi, menembus langit, menemui alam makrifat
Setiap lembar rupiah yang kau sodorkan kepada ridha Tuhan, menjelma jadi sajadah kemuliaan
Setiap butir beras yang kau tanak dan kau tuangkan ke piring ke-ilahi-an, menjelma se-rakaat sembahyang
Dan setiap tetes air yang kau taburkan untuk cinta kasih ke-Tuhan-an, lahir menjadi kumandang suara adzan
Kalau engkau bawa matamu memandang yang dipandang Allah, engkaulah kiblat
Kalau telingamu mendengar yang didengar Allah, engkaulah tilawah suci
Dan kalau gerakan hatimu mencintai yang dicintai Allah, engkaulah ayatullah
Karirmu bersujud, rumah-tanggamu bersujud, sepi dan ramaimu bersujud, duka deritamu bersujud
Dan menjadilah engkau masjid.
Sunday, June 17, 2007
Sahabat dan Kenangan
[tulisan ini sudah pernah aku posting sebelumnya, namun entah mengapa aku mengingatnya kembali]
Sebelum tanya itu kujawab. Coba kucari beragam perspektif dari beberapa sahabat hati. Berikut jawaban-jawaban mereka:
“tidak adil bila kita menghapus sebuah kenangan, karena bila kita menghapusnya, berarti kita berbuat tidak adil pada jejak kehidupan yang sudah membina kita. Kalau memiliki harapan, masih bijak. Tapi jika mengandung tuntutan, ego diri yang berbicara.”
“sungguh sebuah pertanyaan yang sulit, kita tidak bisa mwmbohongi diri sendiri bahwa apapun dia jika sudah tertulis sebagai kenangan, entah itu indah atau buruk, pasti takkan lekang dari memori dan berusaha melupakannya merupakan wujud ketidakberanian menghadapi yang lebih dari itu. Berharap adalah bahasa dari hati, tapi menuntut yang lebih, saya rasa kurang bijak, kecuali ada ikrar di masa lampau.”
“puitis banget! Pengalaman pribadi ya? Kenapaki’ kak? Ada masalah ya? Tapi aku yakin, orang seperti kakak mampu mencari solusi terbaik, orang cerdas kok! Kan pengurus xxxxx? Kak, jangan lupa tahajjud/lain dan adukan segalanya kepadaNya.”
“aku akan mengenang yang baik, kebersamaan yang kukenang dan mengubur yang jelek, memperbaikinya agar nggak terjadi lagi kesalahan pada selanjutnya. Emang kakak sudah bicara serius dengan itu sahabat? Sepertinya ini masalah serius.”
Karena merasa belum menemukan yang pas, aku kembali bertanya ke mereka:
“bagaimana pendapat anda kalau ada sahabat yang meminta, bahkan memaksa kita untuk melupakan kenangan persahabatan denganya karena kita menolak harapannya yang menuntut lebih dari sekedar sahabat?”
“emangnya ada sahabat yang minta, nuntut dan maksa seperti itu? Lebih dari persahabatan, maksudnya? Bagiku persahabatan merupakan kekuatan dan betapa sakit bila kehilangan. Saya kasih komentar karena nggak tau persis masalahnya.”
“setiap jejak kenangan (terlepas dari positif atau negatif), tidaklah adil bila kita melupakannya, karena di setiap jejak itu, ada begitu banyak pelajaran yang bisa dipetik. Memaksa seseorang untuk menghapus kenangan persahabatannya dengan kita dari lapis-laping ingatannya adalah sungguh tidak bijak meskipun itu kita lakukan dengan alasan karena sahabat itu enggan untuk memenuhi harapan kita agar hubungan kita berdua tidak sebatas sahabat. Permintaan ini justru menunjukkan kita begitu egois.”
Tuesday, June 05, 2007
Pesan Yang Mengairahkan
Yang berhasil terikat dengat kuat dalam lembaran kertas adalah sebuah pesan yang dituliskan ka’ Ida buatku dan buat siapapun yang rela mengorbankan waktunya untuk bermain-main dengan aksara.

Selebihnya, pesan itu langsung kuselipkan dalam laci hati agar tak tercecer dalam perjalanan kehidupan yang nampaknya penuh dengan rintangan dan guncangan.
Sunday, June 03, 2007
Menikmati Suasana Dingin Malino
Tak pernah kurasai suasana dingin sesublim ini, imajiku tergelitik untuk menggores beberapa puisi yang mengendap dalam nurani. Untaian kata kurangkai perlahan membentuk bait, menyusun kalimat-kalimat pendek, menjadi rima yang memuat makna yang menggumpal.
Dalam ramai dan canda tawa yang riuh dari sahabat seperjalanan, masih sempat kuselipkan kesendirian di tengah-tengah keriuhan itu. Ya, kunikmati sunyi dengan menjernihkan pendengaran untuk menikmati derai dedaun yang ditempa bulir-bulir air yang seakan tertumpah secara teratur dari angkasa yang mengabu-abu.
Aku larut dalam irama sunyi yang harmonis, lagu alam dengan ritmik yang teratur. Suasana itu membelaiku dengan manja, ingin rasanya terus terlelap di pangkuan alam yang syahdu. Sayang aku harus beranjak pulang dan aku tak sendiri...
aku juga menikmati keramaian di bawah curahan air terjun bersama rekan...
Tuesday, May 29, 2007
Kudapat Juga Buku Itu

Eureka, aku menemukannya... Ya, telah kutemukan. Sebuah buku yag tidak terlalu tebal dengan cover putih dan tulisan judul bertinta emas “Malaikat Menulis Dengan Jujur”. Buku yang di tulis oleh Ida Azuz telah berhari-hari merongrong hasrat pencarianku akan bacaan yang bermutu.
Begitu kudapatkan buku itu, langsung saja helai demi helai halamannya kulahap dengan nikmat. Penggal demi penggal kalimatnya kunikmati perlahan, kucerna makna yang dititp dalam jejeran aksara latin yang terpatri.
Pada bagian awal, aku serasa ketemu langsung dan mendengar sang penulis bertutur. Namun perlahan, makin dalam kubaca, makin larut rasaku. Aku masuk dan tenggelam dalam lautan kenyataan yang terpapar secara detail.
Aku ikut merasakan panggilan adzan di Mesjid Al Mukhlishin Batu Gantung Waringin. Suara panggilan ilahi yang mendayu-dayu ini seperti menggamit kalbu, mengajakku ruku’, tersungkur berlutut, bersujud dan tenggelam dalam doa yang syahdu.
Aku merasa hidup, tumbuh dan membangun diriku disana, di dalam kawasan Batu Gantung Waringin Ambon yang dilipat dalam helai-helai lembaran “Malaikat Menulis Dengan Jujur” yang diukir oleh seorang pemahat kata-kata, Faidah Azuz. Aku kagum padamu kanda.
Tuesday, May 22, 2007
penyerahan piagam yang gagal
ini juga terkait dengan terpilihku menjadi juara dua lomba menulis.
setelah komunikasi dengan ibu tuty razak sebagai penanggungjawab,
kuputuskan untuk menghadiri acara tersebut.
dengan berangkat sendiri, aku melangkah mantap menuju tempat upacara.
seklitar 15 menit sebelum pukul delapan pagi (jadwal uapcara yang telah ditentukan)
aku tiba di kantor gubernur sulawesi selatan.
tiba-tiba tak lama berselang, tit..tit..tit..
"dimana sekarang? anda ditunggu di tempat upacara"
sebuah esemes dari ibu tuty razak.
aku menjadi pangling, loh..aku sudah di lokasi nih.
"upacaranya diadakan di rumah jabatan gubernur"
tuing..tuing..tuing...
ternyata aku salah lokasi, jadi tengsin abis bro...
dengan langkah yang dipercepat + segala ikhtiar
aku memburu kelokasi yang tepat.
dan tepat benar, aku tiba tepat ketika upacara berakhir...
item acara penyerahan piagam kepada para pemenang lomba dihilangkan.
yang hadir menghadiri upacara haya ibu Faidah azuz sang juara satu
tiba-tiba ibu tuty razak nyeletuk bercanda, tapi nyinggung juga sih
"gimana nih kasman? kamu sih pinter nulis, tapi kok telat"
aku hanya bisa memohon maaf berkali-kali...
kasman...kasman....
kebiasaan buruk kok dipiara?
jadi malu sendiri nih................................. :)
Monday, May 21, 2007
Aku dapat Juara?
tit..tit..tit... hapeku berbunyi, sebuah esemes bertamu.
isinya singkat saja
"Selamat anda juara 2, baca pedoman rakyat hari ini halaman 17"
esemes tersebut berasal dari ibu tuty razak
penanggung jawab lomba karya tulis
dalam rangka hari harkitnas 2007
yang diselenggarakan oleh Infokom & PDE Provinsi Sulsel
kerjasama dengan Harian Umum Pedoman Rakyat.
bergegas aku pergi mencari harian umum pedoman rakyat yang dimaksud.
ternyata benar, namaku tercantum disitu sebagai juara 2.
tertulis diantara nama Faidah azuz, dosen Fak. Pertanian Univ 45 Makassar (sebagai juara I)
dan Dahlan Abubakar, dosen Fak Sastra Unhas (sebagai juara II)
yang membuatku merasa geli adalah dalam pengumuman tersebut, pekerjaanku adalah penulis.
aku tertawa sendiri, ternyata aku bukan pengangguran... hik..hik..hik..
menurut pengakuan ibu tuty razak, beliau kesulitan menuliskan apa di kolom pekerjaanku.
makanya beliau menuliskan "penulis" aja...
ternyata profesi kepenulisanku diakui juga meki karena keadaan yang memaksa.
aku merasa lucu aja, ternyata tanpa pekerjaan tetap susah juga ya...
tapi yang jelas aku bisa menulis dan bisa membuktikan bahwa
aku tidak hanya bisa menulis di diary doang...
Wednesday, May 09, 2007
Aku Sakit Lagi
Setelah nginap semalam di Palopo, aku langsung balik ke Makassar. Akibat aku kehujanan ketika pelaksanaan pelatihan menulis dalam sehari. Badanku menjadi panas, aku demam. Tapi aku merasa demamku kali ini bukan demam biasa, aku merasa puas dengan pelaksanaan pelatihan kemarin. Rasa capek dalam perjalanan selama 8 jam dan meriang yang kualami bisa terimpaskan dengan kembali membayangkan pelaksanaan pelatihan. Betapa besar ekspektasi mereka terhadap dunia kepenulisan.
Sunday, May 06, 2007
Puas Banget
Seharian aku di Aula Kampus Universitas Cokroaminoto Palopo. Aku hadir sebagai fasilitator tunggal dalam pelatihan menulis dalam sehari. Acara yang diikuti oleh sekitar 30an peserta dari berbagai SMA, SMK, MA dan sederajat se kota Palopo ini berlansung di bawah kucuran hujan yang sangat deras.
Sepulang dari pelatihan aku menyempatkan diri untuk menamatkan pembacaan atas novel “Ketika Cinta Bertasbih” dari Habiburrahman. Aku begitu terobsesi oleh kisah cinta Fadhil dengan Tiara yang harus berakhir demikian pelik. Ternyata romantisme cinta para aktivis dakwah tidak kalah platonisnya dari aktivis biasa.
Sunday, April 29, 2007
Nonton Bareng KDI
Aku ngantuk banget pagi ini, semalam ada nonton bareng KDI di depan rumah yang aku tempati nginap di Majene. Di tengah jalan terpasang sebuah layar lebar ukuran 6 X 10 meter. Sampai pukul 00.30 dini hari para penonton tidak bergeming. Bahkan sorak-sorai begitu membahana ketika Nurdin (Kontestan dari Makassar) asal dari mandar tampil. Semoa orang serentak berdiri dan teriak.
Thursday, April 26, 2007
Ditegur Oleh Allah
Semalam aku tidur larut sampai pukul 02.00 dinihari. Ujung malam aku habiskan di cafe tenda sepanjang pantai depan dermaga Majene bersama beberapa teman. Berteman cahaya temaram, segelas jus alpukat dengan musik yang mengalun lembut, sesekali diselingi debur ombak sebagai latar belakang, aku hanyut dengan suasana.
Paginya, bersama seorang teman, aku jalan-jalan ke pemandian alam Malle’. Berbekal motor dinas pinjaman dari pak lurah, berangkatlah kami dengan ceria. Namun di tengah perjalanan, keceriaan itu berganti khawatir, was-was dan duka cita. Kami berdua terjatuh bersama motor. Untunglah kami hanya luka ringan dan modisnya cuma “keseleo”.
Sebenarnya kami cukup beruntung karena masih sempat nyangkut di alang-alang dan tumbuhan perdu. Kalau tidak, maungkin kami hanya pulang tinggal nama. Di bawah tempat kami jatuh, terdapat jurang yang cukup dalam, penuh dengan bongkahan-bongkahan batu kali yang cukup besar.
Maha Besar Allah yang masih memberi kami kesempatan untuk bertobat. Untunglah rasa hati sedikit terobati dengan indahnya suasana Malle’.
Sunday, April 22, 2007
Kulaksanakan Amanahmu, Dulu
Akhirnya berhasil juga kutunaikan pesanmu dua tahun silam, “kalau ke Majene, jangan lupa ke Pantai Dato”, demikian kalimatmu kala itu. Kedatanganku yang pertama tidak berhasil membawaku ke sana, barulah kali ini seorang teman dengan rela mengantarku ke Dato’ ahad sore ini.
Saturday, April 21, 2007
Di Pelabuhan Majene
Sore hari kunikmari senja di pelabuhan Majene. Ditemani sekantong kecil langsat, lengkaplah sudah kenikmatan sore ini. Begitu ramai manusia di dermaga, ada orang tua yang mungkin mengenang romantisme remajanya di sini. Ada juga sekumpulan anak yang sibuk memasang umpan pada mata kail mereka masing-masing. Sekawanan remaja usia belasan bercengkerama lepas tanpa beban.
Monday, April 16, 2007
Ke Tanah Mandar
Aku berangkat ke Majene pukul 11.30 pagi menjelang siang. Tiba di tanah mandar pukul 17.30 sore hari. Aku di jemput seorang kawan di pinggir jalan, aku belum mengenal kota ini. Kali kedua aku ke Majene, mungkin agak lama atau mungkin selamanya aku di sini? Entahlah, apa aku akan betah di kota kecil ini?
Capek juga selama beberapa jam berada dalam kendaraan, mana gerah karena sesaknya penumpang. Yang paling membuatku jengkel adalah seorang bapak di samping kananku yang tak pernah berhenti mengepulkan asap rokoknya, seakan tak perduli dengan kami semua yang sudah sengaja menutup hidung dan mulut serta sengaja terbatuk-batuk untuk membuatnya tersinggung.
Thursday, April 12, 2007
Merasa Dijauhi
Benar kata ahli hikmah “kawan sejati akan kelihatan ketika kita menghadapi masalah”. Aku merasakan ini akhirakhir ini.
Mereka yang selama ini terasa akrab denganku perlahan menjauh dan mendiamkan. Aku sih tida kecewa atau sakit hari, hal ini membuatku sedih karena merekalah yang selama ini mengajariku tentang persaudaraan sejati.
Dari sini aku belajar banyak tentang kepercayaan. Jangan terlalu percaya pada mereka yang bermulut manis. Bahwa ternyata tak ada orang yang benar-benar tulus tanpa kepentingan terselubung. Bahwa orang lain akan mendekatimu ketika dia memiliki kepentingan terhadapmu.
Aku tidak akan percaya lagi dengan mereka. Kepercayaan cukup sekali. Pengkhianatan tidak boleh dibiarkan terulang. Untung masih ada segelintir sahabat hati yang tersisa. Terima kasih tulusku buat mereka.
Tuesday, April 10, 2007
Mother How Are You Today
Mother how are you today
Here is a note from your daughter
With me everything is okey
Mother how are you today
Mother don’t worry i’m fine
Promise to see you in this summer
This time will be no delay
Mother how are you today
I’e pound the man of my dreams
Next time you will get to know him
Many things happen when i was away
Mother how are you today
Sunday, April 08, 2007
Ganti Istana
Setelah kutimbang dan kutimbang lagi, kupilih tempelate dari isnaini. Emang tidak unik amat sih. Yang penting suasana baru deh. Dan yang pasti lebih cerah.
Oh ya... trims buat pannasmontata karena telah menemaniku selama ini. Trims juga buat isnaini, moga tidak bosan bersamaku. Mudah-mudahan warna baru pada istanaku ini membuatku makin rajin ngeblog.
Hidup blogger mania.
Friday, April 06, 2007
aku ingin kalian bahagia
sudah berkali-kali aku diingatkan untuk sekali-kali juga memikirkan keinginan sendiri. aku rasa ada benarnya juga, namun setiap aku mencoba memikirkan diriku, sepertinya aku menjadi begitu egois.
aku jadi teringat ketika puteri josephine –istri napoleon bonaparte— berucap pada seorang sahabatnya,
“aku tidak pernah memakai kata aku ingin kecuali pada satu kalimat: aku ingin semua orang yang ada di sekitarku bahagia”
Wednesday, April 04, 2007
al qarni menasehatiku
sempat muncul rasa sesal di hati, kenapa aku begitu rela memaafkannya? kenapa aku tidak balas dendam, sementara aku bisa melakukannya?
di tengah gejolak hati yang panas karena amarah, dr. aidh al qarni menasehatiku,
“jangan bersedih jika ada anak panah yang menembus tubuhmu yang dibidikkan oleh orang terdekatmu. akan ada orang lain yang mencabut anak panah itu, mengobati luka dan mengembalikan kehidupan dan senyumanmu”
Wednesday, March 28, 2007
rindu pada ortu
“ass. lg dmn skrg, dah pnh ktm ortu blm?”
seketika aku tersentak, kaget. sms itu tak kujawab dan memang sepertinya tak perlu dijawab.
Saat itu aku tersadar, sudah lama aku tak ketemu kadua orangtuaku, sudah lama juga aku tidak berkirim kabar ke mereka. tapi untuk saat ini, aku baru bisa berdoa untuk mereka,
“rabighfirli wa li walidayya, warhamhuma kama rabbayani shagiraa...”
Wednesday, March 21, 2007
Teringat Sahabat II

yang satu ini namanya muh. ali hamzar, sekarang sih masih kuliah di fapertahut unhas dan aktif di hmi, sekarang masih di makassar. dia lahir di balikpapan, tapi bapaknya asli orang sinjai. dia sering ngeblog di blognya dan blognya yang lain.

ini namanya zaid ali, aslinya orang donggala sulawesi tengah dan sekarang dia sudah di sana. awal kuliahnya dijalani di fakultas teknik sam ratulangi manado, masuk lagi peternakan unhas terus pindah ke tarbiyah uin alauddin makassar dan dia baru selesai setelah kuliah di universitas islam al khairat palu. masuk hmi sejak di manado, sekarang aktif di ikatan mahasiswa donggala (imado) dan himpunan pemuda al khaerat cabang banawa.

ini namanya rus’an latuconsina, putra asli ambon ini aktif di hmi sejak dia kuliah di fapertahut unhas. sekarang masih di makassar, aktif di hmi dan bisa dikunjungi di blog pribadinya
Tuesday, March 20, 2007
Teringat Sahabat I

ini namanya surakhmat, pernah kuliah sampai semester akhir di tehnik sipil politeknik negeri ujungpandang samapi semester akhir, namun tidak sampai wisuda. laporan akhir yang telah disusunnya dia gunting-gunting sebagai bentuk ekspresi kekecewaannya terhadap sistem pendidikan di indonesia.
sekeluar dari politeknik, surakhmat kemudian masuk ke jurusan komunikasi fisip uim, pada saat yang sama dia menjalani amanah sebagai ketua umum hmi cabang makassar 2002-2003. semasa kuliah, dia pernah menjadi ketua umum lembaga pers mahasiswa uim. sekarang dia menjalani hidup di majene bersama seorang istri dan anak pertamanya.

kalau yang ini, namanya ibrahim dahlan. alumni jurusan mesin fakultas teknik unhas (angkatan 1998) ini pernah menjadi ketua umum hmi cabang makassar 2003-2004. sekarang menjalani hidup yang bahagia bersama istri yang baru dinikahinya beberapa bulan lalu di palopo.

namanya arief gunawan, seringnya sih disapa gugun. alumni pertanian umi makassar ini sekarang menetap di mamuju utara bersama denga istrinya. selain aktif di hmi, lelaki berkacamata minus ini juga aktif di jurnal texere sebagai redaktur. dia juga sekali-kali masih sempat ngeblog di blog pribadinya.
Monday, March 19, 2007
Indahnya Ukhuwah
coba lihat fhoto ini, ketika sahabat-sahabat hatiku berkumpul dan saling melempar senyum diiringi tangan yang terjabat erat...apakah terlihat ketidakikhlasan disana? entahlah, karena hati adalah urusan yang misterius, namun minimal dengan melihat senyum yang terlukis aku bisa menikmatinya dengan ikhlas...

Sunday, March 18, 2007
Makan Bareng
secara ilmiah aku juga tidak pernah menemukan bukti otentik bahwa makan bareng akan lebih meningkatkan kadar gizi dari makanan yang dikonsumsi. namun saya percaya bahwa makan bareng akan meningkatkan kadar kebahagiaan batin..... itu kalau yang ditemani makan bareng tidak rakus...hik.........

Wednesday, March 14, 2007
rumah asuh
rumah asuh yang dirintisnya mulai beroperasi secara resmi hari ini
tidak tanggung-tanggung
keberadaannya diresmikan bupati
sebenernya sih aku kepengen hadir diacara itu
aku paling demen untuk dekat-dekat dengan hal-hal yang berbau pendidikan dan anak-anak, padahal aku bukan guru dan belum jadi orang tua...
oh iya, kalo kalian mau berpartisipasi boleh juga
datang aja di sana, masih membuka lowongan tenaga pengajar
tapi gajinya nanti tuhan yang bayar
he.. he.. he..
serius nih
kalo ada temen-temen yang pengen berpartisipasi
punya bahan bacaan yang bisa di hibahkan kesana
kirim aja, mereka pasti bergembira sekali
nih alamatnya:
Rumah Asuh Nur Qalbu
Yayasan Ar Ruhul Ittihadi
Jln. Dini Dg. Siantang No. 110
Takalar, Sulawesi Selatan
Monday, March 12, 2007
ahli murka
kakek kita yang satu ini pernah mengatakan begini:
“menikahlah, kalau kau mendapat istri yang baik, maka engkau beruntung, bila kau mendapat istri yang cerewet, maka engkau akan jadi filosof”
seorang temanku mencoba berlagak seperti socrates
sebut saja namanya sok-kritis, dia mengatakan begini:
“menikahlah, kalau kau mendapatkan istri yang manis, maka engkau menjadi ahli syukur, kalau mendapat istri yang jelek, maka engkau menjadi ahli sabar saja”.
menurut si sok-kritis, intinya:
“menikah itu pasti mengantarkanmu menjadi orang beriman yang baik, kalau bukan ahli syukur, ya ahli sabar”
tapi apa benar begitu?
beberapa orang yang sudah menikah
terlepas dari apakah istrinya manis atau tidak
bukannya menjadi ahli syukur atau ahli sabar
mereka malah menjadi ahli murka...
Saturday, March 10, 2007
lama mengendap…
aku menghabiskan awal maret dengan menikmati hujan yang disertai angin kencang
romantis juga rasanya berteman kesendirian
hik... hik... hik...
tidak ada aktivitas berarti
hanya rutintas harian yang terkadang menjemukan
tapi mau gimana lagi?
tambah lagi,
teve di tempatku lagi rusak
sepanjang hari manyun aja
kasihan komputer jadi pelarian
tapi tak juga berhasil kutulis puisi, cerpen atau apalah
aku mandul kreativitas
moga ini cepat berakhir...
Wednesday, February 28, 2007
gelisah rasanya
tak menentu dan gimana gitu...
mau jengkel pada siapa
mau ngomel karena apa
aku jadi manyun aja
nggak bisa ngapa-ngapain
serba salah jadinya
aku merasa
ada yang mencurangiku
tapi dia sembunyi
tapi
aku sih bukan masalah
yang penting
jangan mengganggu yang lain saja
apa aku harus membalas?
entahlah
mungkin
kalau aku sudah hilang kesabaran
tapi
moga saja tidak
Monday, February 26, 2007
aku jatuh
terpelanting, terlentang
lenganku luka
pinggulku memar
sampai sekarang
aku masih merasa sakit kalau melangkah
mudah-mudahan ini tidak lama
soalnya aku bete tidur terus
gara-garanya
lantai basah
dan berminyak
maklum dekat dapur
pas aku jalan
terpeleset deh...
Thursday, February 22, 2007
adikku ultah
Saturday, February 17, 2007
sepasang mata bening
ai..ai..ai.. lihat, bening mata dibalik kacamata yang dipakainya. seperti bersenandung lirih tentang segala keindahan. tapi sayang hanya sekejap, dengan cepat dia tundukkan pandangan itu, senyumnya masih mengantung di sudut bibir. tanpa kata dia berlalu, tak mampu aku mencegah juga tak mampu aku berkata bahkan ‘tuk sekedar menanyakan nama.
tapi subuh ini, kunikmati alunan merdu suaranya... aku terhanyut, meski suara itu hanya bisa kunikmati dari balik dinding yang memantul-mantulkan suara itu bahkan sampai ke rongga dadaku. suara itu menelusup sampai ke sum-sumku, aku terpagut pada kejernihan suara dan alunan nadanya, ”...maka nikmat yang mana lagi dari Tuhanmu yang kamu dustakan?”
Thursday, February 15, 2007
menjejak Wonosobo
pengunungan hijau, gemericik air yang mengalir, sawah yang terbentang di lereng, dan kawasan Dieng yang berselimut kabut pagi hari menjadi sebentuk pemanjaan bagi mataku yang jelalatan. saat tubuh kubasuh bergayung-gayung air, terasa tusukan berjuta jarum-jaru kesejukan menembus pori dan menelusup di balik kulit ariku.
aku akan berada disini selama empat hari. kunjungan yang singkat sebenarnya, meskipun ini tetap harus kusyukuri. udara yang basah lewat angin sepoi membuat suasananya menjadi kian sejuk. tapi alamak.... aku lupa membawa jaket.
Monday, February 05, 2007
ilaa hadrati HMI al fatihah...
Gembira karena HMI bisa bertahan setua ini, resah karena aku tak mampu memberikan yang terbaik buat HMI dan cemas tentang masa depan eksistensial HMI.
ilaa hadrati HMI al fatihah...
hanya ini yang bisa kuberi
semoga ini bukan bid’ah
Wednesday, January 24, 2007
Aku Sakit
nggak parah-parah amat sih, namun cukup mengganggu aktivitas
nampaknya malam inilah puncaknya
aku merasa meriang
kalau dilihat sih penyebabnya sepele...
beberapa hari terakhir memang ada pancaroba iklim dan cuaca
kadang hujan deras, kadang panas terik
tapi dibalik semua itu
aku merasa penyebab sakitku adalah rindu
aku rindu pada kampung halaman
aku rindu teman-temanku di makassar
aku rindu orang tua, nenek dan adik-adikku di bone
tapi nampaknya kau harus sedikit bersabar
aku baru lowong akrtivitas dan bisa ke makassar
akhir maret-awal april nanti
semoga benar-benar terlaksana
sebab kalau tidak
bisa-bisa rindu membunuhku
seperti kata lagu bugis
“maweka nauno lenne
nauno tenna gere’
nataro uddani”
Saturday, January 20, 2007
memahat takdir
aku sudah merasa makin tua...
pergantian tahun seperti ini seakan mengingatkan bahwa pertambahan usia dan kedewasaan tidak sepatutnya dirayakan dengan gemuruh pesta. Karena ternyata, pada saat yang sama, pergantian tahun juga merupakan tanda bagi berkurangnya umur dan pengharapan.
perlahan namun pasti...
detik-detik berlalu melipat kenangan, menggilas tantangan dan melibas harapan. semua berlalu begitu saja. menjadi debu, berlalu tertiup angin dan tak tersisa lagi.
mampukah aku memahat takdir di tebing nasib?
Wednesday, January 17, 2007
menjadi individualis
tapi setelah aku pikir beribu pikir, akhirnya kuputuskan untuk menjadi seorang individualis sejati. alasanku sederhana saja, aku sudah bosan selalu dilibatkan dalam persoalan yang sesungguhnyatidak terkait denganku.
ketika menghadapi berbagai macam bencana, menurunnya kulaitas pendidikan nasional serta berbagai persoalan besar lainnya, penguasa indonesia selalu mengatakan “ini tanggung jawab kita bersama”. memang kedengarannya mulia, tapi setelah aku renungkan, aku sadar bahwa penguasa itu sengaja melempar tanggungjawabnya ke semua pihak.
dengan menjadi indivisualis, minimal aku tidak akan menjadi seperti penguasa bobrok itu. Aku akan belajar untuk meng-aku kalau ada persoalan yang memang menjadi tanggungjawabku. bukannkah meng-aku merupakan hakikat dari seorang individualis sejati? Aku akan meng-aku-i kesalahan, kelalaian dan kegagalanku.
AKU MENG-AKU, AKU INDIVIDUALIS SEKARANG...
memanggil janus
janus adalah seorang dewa yang berwajah dua, satu menghadap kedepan sementara yang satu menghadap kebelakang.
menurut kepercayaan romawi, wajah belakang janus menunjukkan refleksi. kemampuan untuk kembali melongok dan menengok masa lalu. Wajah depannya menunjukkan inisiasi. Sebangun potensi untuk membangun optimisme masa depan.
aku membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk bercengkrama dengannya. sampai 15 hari januari aku habiskan hanya untuk mencoba melihat jalan hidupku. akhirnya kuputuskan beberapa hal mendasar dalam menyongsong masa depanku.