Friday, May 12, 2006

es-em-es GuellaaaaPh!!!

Sudah dua hari ini aKu dipusingkan oleh masalah eSeMeS. Ada nomor AsinG yang masuk ke nomorku, tapi dari kata-katanya, diA sepertinya tahu betul tentang Aku bahkan diaakU sepertinya terus saja memata-matai . Nampaknya kehadiran telepon seluler untuk makin memPRIVATisasi proses dan muatan komunikasi terancam gaGaL. Malah kehadiran telepon seluler membuat komunikasi menjadi lebih global dan mengPUBLIK.

Dari sisi ini, kebijakan menkominfo untuk meReGistRasi semua nomor telepon seluler mendapatkan argumentasi yang kuat. Karena dengan adanya registrasi ini, kita dapat menghindari penelepon atau pengEsEmEs gelap seperti ini karena ototmatis kita bisa melacak siapa pemilik nomor tersebut. Tapi di sisi yang lain, kebijakan ini justru malah makin men deGRadaSi nuansa privat dari komunikasi yang seharusnya bisa dihadirkan oleh telepon seluler.

Bila sudah seperti ini, apa yang harus kulakukan? AKU tidak sepakat dengan registrasi seluler itu, tapi aku juga merasa terganggu dan merasa di teROr oleh penelepon dan pengSMS gelap. Tapi bila dilakukan pendaftaran, wah aku otomatis terdaftar juga donG, dan jika demikian aku juga tidak bisa menelepon dan mengsms orang tanpa harus menunjukkan identitas dong. nAh LOh.

aku betul-betul pusing, es-em-es gelap itu telah mengacaukan segalanya. Dia seperti terus mengekor padaku. Aku mau ganti nomor, aku akan kesulitan lagi untuk soSiaLisaSi ke teman-teman, kalau bertahan dengan nomor ini, aku harus siap untuk terus dihaNTui olehnya. Uh… eSeMeS hantu. Bangsat kAu!!!

Wednesday, May 10, 2006

inGat rUMah

teringat rUMah, diamnya bApaK, omelan IBU, nasehat nEnEK, rajukan aDik2. maaf aku menjadi sangat cenGenG. apa aku harus jadi wAniTa untuk tersEDu? apa ada larangan LelaKi untuk beraiRMatA?

Tuesday, May 09, 2006

kEhiLanGan imAjiNasI

pernah merasa kehilangan imajinasi? oh . . . semoga kalian tak pernah mengalaminya sungguh sakit!!! nggak bisa ngapa-ngapain puisi, cerpen, atau artikel tak mampu kubuat kepalaku hanya berisi setumpuk sumpah-sumpah.

daya khayalku menguap entah kemana, tak ada yang tersisa. ruang otakku rasanya hampa, tak berisi apa-apa walau hanya seonggok noda. tiada yang tersisa, semua lenyap, sirna, musnah

kucari imajinasiku di sudut beranda, di laci meja, di kolong lemari, di bawah tempat tidur. tak ada.

atau di folder-folder komputer, file-file yang bertumpuk, fitur-fitur handphone. tak ada.

tunggu . . .
aku melihatnya
di . . . di . . . di dunia maya
ya . . . imajinasiku disabot internet