Saturday, October 22, 2005

mEniKmaTi hiDup deNgan maTi berkaLikali

apakah kita tidak bisa menikmati hidup? dan tidak menyadari betapa berharganya dia? bahkan kita cenderung menyianyiakannya? sampai akhirnya mati sudah menjelang. baru kita tersadar atau minta tambahan umur. memang, telah menjadi hukum kebiasaan, kita baru bisa menghargai sesuatu melalui kebalikannya. kita menghargai hidup karena ada mati.

olehnya itu, agar hidup menjadi berharga, selalulah mengingati mati. tapi untuk menikmati hidup, itu bisa dilakukan dengan mati berkalikali. ini berarti bahwa kita harus bisa mematikan diri. sebelum ajal benarbenar menjemput. tentu mematikan diri, tidak dengan cara gantung diri, ataukah meminum racun serangga.

mematikan diri dapat dilakukan, dengan mematikan keinginankeinginan, meniadakan hasrathasrat yang berlebih, dan mengendalikan ambisiambisi.

bila itu sudah kau lakukan, kau akan menemukan hidup yang sederhana. hidup yang hampa keinginan, hambar dengan hasrat dan ambisi, tapi bergelimang harapan suci.

menikmati hidup yang demikian sederhana.

Friday, October 21, 2005

al-Qur'An yanG eroTis daN roManTis

seringkali kita menemukan, orang enggan membaca al-qur’an, atau ogah ikut pengajian al-qur’an. penyebabnya hanyalah persoalan sepele. al-qur’an hanya selalu menakutnakuti. dia selalu mengeluarkan ancaman, dan menceritakan kemurkaan allah.

hal ini diakibatkan oleh cara kita mensosialisasikan al-qur’an. al-qur’an menjadi momok yang menakutkan, al-qur’an menjadi kitab yang meyeramkan. karena kita hanya selalu menceritakan sisi itu.

tidak bisa dipungkiri, memang al-qur’an menceritakan ancaman dan siksa, tapi dia juga mendedahkan janji dan ampunan, dia juga menjelaskan nikmat dan anugrah.

nah… tinggal cara kita, apakah kita bisa mengemas isi al-qur’an, menjadi menyeramkan dan menakutkan, ataukah kita menjadikannya nikmat, erotis dan romantis.

misalnya tentang kematian, cerita tentangnya tak ubah cerita horor, dia menteror dan mentakutkan. padahal kematian adalah hal yang pasti. bukankah lebih baik, kalau kematian itu diceritakan menarik? sebagai sebuah kepastian yang pantas disambut dengan gembira? dan bukannya sebagai sebuah akhir dari segalanya?

ceritakanlah sebuah mati yang erotis dan romantis!

Thursday, October 20, 2005

mEmeLihara keCembUruaN

cemburu adalah sesuatu yang lumrah dan manusiawi. bahkan dalam konteks asmara, cemburu adalah bumbu penyedap cinta. cinta tanpa kecemburuan,
ibarat sayur yang tak bergaram.

tapi sering juga cemburu menjadi sangat negatif. orang menyebutnya cemburu buta. cemburu jenis ini bersaudara dengan iri, hasad dan dengki. inilah penyakit hati yang patut diwaspadai. bahkan kalau perlu dimusnahkan.

tapi disamping itu, ada kecemburuan yang patut dipertahankan. sebuah kecemburuan yang produktif. bahkan ada sebagian ulama menganjurkannya,
agar kita senantiasa mengamalkan kecemburuan ini.

kita dianjurkan cemburu pada ahli ibadah. pada para dermawan,
orang yang berjihad, orang suhud, orang yang betulbetul menjalankan perintah allah. agar kita merasa tertarik melakukan hal yang sama.

cemburu jenis ini berujung pada peningkatan kualitas iman. dia adalah sarana memperbaiki diri. karena merasa cemburu, kenapa orang lain bisa beribadah demikian khusyu’, sementara kita dan dia sama saja. kenapa orang lain bisa demikian tabah?

kita cemburui mereka, agar kita tergerak, dan bertindak sebagaimana mulia tindakan mereka.

“mari kita memelihara kecemburuan seperti ini”