Monday, June 05, 2006

m@lAm minGguaN denGan Hape

mgapa manusia bgt mudah mmaafkn ksalahn manusia lain? Apakh mmafkn bgt indah?
Demikian bunyi smsku kepada seorang teman... tidak begitu lama, balasan darinya masuk...
memaafx mmg ax mjd indah ketika qt menyadari betapa singkatx hidup, so buat apa mmendam amarah? Toh kenyataanx mc pnuh dgn sgala kekurangan n kelebihan. So.. yang penting sikap

Af1 aq lg BT bgt nih... sampai dsudiang, rumah tkunci, adikq kluar bawa kunci, HPx g akif lg. Uh... sebel L afwan...
Begitu bunyi smsku berikutnya pada teman itu, lalu dia membalas...
Afwan aq g bs mbantu coz kayakx msh ada y lbh parah dari qt, tugas btumpuk, tuntutan pekerjaan, bisnis n kuliah smakin mbuatq lelah @#fisik@. Tp q sdri

Lalu aku membalas smsnya itu
af1 kalo smsq td tlh mnyela kesibukanta. Hidup adlh plhan n stiap plhan pasti ada efek. Lakukn itu jika itu mbuat qta bhagia. 4JJI bsama orng2 yg bsyukur

Dia balas lagi smsku itu, begini bunyi balasannya
af1 ga ax kuterusx keluhanq ckp aq aja yg nikmati. Aq ga ax mbuat qt b+ BT. Anggap aja angin. So ga usah dikomentari. I.4JJI tdk sampai mlampaui ambang.. Afwan

Demikian aku melalui malam mingguku di teras rumah yang gelap...

Friday, June 02, 2006

kAu mEmbUnuhKu

kosong, hampa, tanpa isi. apa kau pernah merasakan itu? aku pikir aku telah mengalami nothingness, masuk dan terperosok kedalam jurang ketiadaan eksistensial sartre.

banyak warna, semua berpendar, membuatku linglung, limbung, terjatuh! dadaku rasanya sesak, nafas memburu. terengah, kugapai ujung eksistensiku. lepas, tanganku lunglai, tenagaku lenyap.

seperti tergencet, aku penyok, lebam. melayang, kesadaran menipis, aku siapa? ada dimana? aku... aku... akhhhhhhhhhhhggg......

tidak! kau tak boleh membunuhku! lepas kau dari genggamanku, pisau keparat!!! menjauh dari leherku, jangan gorok aku!!

lihat! kau melukai kulitku! darahku mulai menetes.... lihat!!! apa kau benar-benar mau membunuhku? tapi kenapa harus pakai tanganku sendiri?

kau... kau... mau membunuhku... kau... nggrookhhh.... nggrookhhh....

Thursday, June 01, 2006

iNtegRitAs dAn peRsaHabAtaN

dalam sebuah kesempatan, seorang teman mengingatkan aku dengan hikmah dari samuel johnson, “tidak mungkin ada persahabatan tanpa kepercayaan, dan tidak ada kepercayaan tanpa integritas”. aku sepenuhnya tersindir dengan pertanyaan ini, apa temanku itu sudah menganggap aku tak lagi memiliki integritas sehingga tak layak lagi dipercaya?

memang, integritas merupakan hal yang begitu sulit, bila kita memahami integritas itu berarti tanpa pernah berbuat salah alias perpect dan sempurna. bagiku, integritas itu lebih pada kematangan pribadi kita untuk mengakui kalau kita berbuat salah, meminta maaf pada pihak yang dirugikan dan terakhir berusaha memperbaiki kesalahan.

tapi memang kedua defenisi integritas ini sama-sama sulit. tak ada manusia yang sempurna, tapi juga tak jarang manusia begitu sulit untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan. hampir semua manusia lebih memilih untuk dianggap sempurna dan tanpa salah, meski harus berpura-pura dan sering menutupi kesalahan agar mereka di klaim memiliki integritas.

padahal bagiku, apasih susahnya mengakui kesalahan? padahal kita semua sudah tahu bahwa pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna. buat apa berpura-pura sempurna dan menutup-nutupi kesalahan, menghabiskan energi saja. kalaupun ada orang yang kemudian menolak bersahabat denganku karena aku tidak sempurna, itu bukan masalah buatku.

seperti kata pepatah “sahabat sejati bukanlah mereka yang selalu membenarkan kata-katamu saja, melainkan mereka yang juga mampu menunjukkan kesalahan-kesalahanmu pula”. aku lebih memilih sahabat yang siap memaafkan dan memberiku kesempatan belajar dan memperbaiki kesalahan.

anda sepakat denganku? kalau begitu, anda termasuk salahsatu sahabatku.... selamat datang