aku tidak tahu dengan pasti, apa hubungan antara rasa lapar dengan kerinduan. soalnya, setiap aku lapar, maka aku akan teringat dengan sahabatsahabat dekatku dulu di makassar. tentunya sahabatsahabat yang pernah bersamaku berlaparlapar dahulu. tapi memang aku termasuk orang yang tidak punya banyak sahabat, sebab yang bisa aku kaegorikan sebagai sahabat hanyalah mereka yang tetap mendampingiku saat kulapar.
saat ini aku sedang rindu berat dengan mereka, aku terkenang kembali dengan masamasa dimana kami saling mentertawakan ke-kere-an kami semua. sebungkus mie instan di-embat bertiga. tapi bagiku, itulah saatsaat paling berkesan dalam hidupku, ya selama bersama merekamereka itu.
tapi yang masih mengganjal sebenarnya adalah perasaan rinduku ini. aku masih ragu akan persahabatanku dengan merekamereka itu. kenapa aku hanya bisa mengingat dan mengenang mereka dengan baik disaat aku lapar dan merasa miskin? kenapa aku masih begitu sulit mengenang mereka disaat aku kenyang dan sedikit sejahtera?
ternyata kondisi ini menggambarkan padaku bahwa aku masih begitu parsial menghargai mereka. aku hanya manganggap mereka sebagai saudara di saat susah dan menderita. aku seringkali melupakan dan tidak merasa begitu menghargai mereka disaat penderitaan itu berlalu. aku masih menyimpan pamrih dalam persahabatan dengan mereka.
aku masih gagal dalam membangun persahabatan dan persaudaraan sejati. mereka hanyalah aku jadikan sebagai candu dan penghibur hati dikala sendiri dan sedih. aku bukanlah seorang sahabat yang baik, aku hanyalah seorang manusia yang tidak mau menderita sendiri sehingga menggiring orang lain untuk saling mengikat dan mengangkat janji sebagai saudara, tentu hanya dalam persoalan penderitaan.
sebenarnya aku ingin sekali memperbaiki keadaan ini, tapi apakah aku masih punya kesampatan untuk itu? dan apakah saudarasaudaraku yang selalu kukenang hanya dalam kelaparanku itu mau memberikan kepadaku satu kali kesempatan saja? aku sih berharapnya begitu, semoga saja kesempatan itu masih terbuka lebar buatku.
namun persoalan terbesarnya adalah, aku masih sulit mengenyam kesejahteraan dan kebahagiaan. melulu harihariku diisi dengan rasa lapar dan penderitaan, sehingga hampir tiap hari aku bisa mengingat mereka senantiasa. jadi memang tidak sepenuhnya juga aku bisa disalahkan bahwa aku tidak mengingat mereka di saat keyang dan sedikit sejahtera.
tentu kelaparan yang kumaksud bukanlah hanya kelaparan dan penderitaan fisik, tapi tentu juga kelaparan dan penderitaan yang bersifat psikis. aku masih gagal untuk membangun kebahagiaan dan kesejahteraan. aku belum bisa membuat hatiku tenang dan riang gembira dalam berbagai macam situasi dan kondisi fisik.
sepertinya aku harus belajar untuk refleksi dan merenung. aku teringat pesan tan malaka “bergelap-gelaplah dalam terang, berterang-teranglah dalam gelap!”. semoga aku bisa menjadi manusia yang adil bahkan dalam pikiran sekalipun. termasuk aku mampu mengenang dalam kondisi apapun merekamereka yang selama ini hanya bisa aku kenang dalam kondisi lapar dan menderita.
Thursday, April 20, 2006
Monday, April 17, 2006
LelaKi boDoh
malam sudah begitu larut
rasa hati gelisah oleh ingatan
rasa hati gelisah oleh ingatan
ternyata ingatan adalah belitan tak berujung. dia membelit dan membetot imajinasiku. aku takut, sungguh aku takut. tarikan ini menyeretku kearahmu. tergesa, sungguh sangat tergesa. aku coba tuk selalu membangun jarak, kita harus bisa menahan rindu. rentang ruang dan waktu yang memisahkan ini harus bisa kita bina demi cinta.
bukankah jarak membuat kita bisa saling memahami? kita bisa saling mengamati secara lebih jernih. terus terang aku begitu tersiksa, tapi aku tak tahu harus bagaimana lagi selain menulis puisi dan melantunkan do’a.
terus terang, gelisah ini terus menghantuiku. ini karena aku sadar tentang hubungan kita. “apa ikatan hati tanpa kata pasti cukup kuat membuatmu tuk bertahan?”
mungkin aku termasuk lelaki yang memalukan, aku akui aku tak akan berarti tanpamu. bila ikatan kita kan tetap seperti ini, ataukah badai mengancurkan segalanya, aku juga tak tahu. entah sampai kapan aku harus meratapimu.
aku tak pernah lagi mengenal wanita selain dirimu. aku tak bisa lagi menikmati paras indah selain wajahmu. mungkin aku bodoh telah menutup pintu hati bagi wanita lain yang menurut orang lebih darimu.
bagiku, tak ada yang lebih berharga dari milikku. ada sesuatu yang kau punya dan hanya aku yang tahu betapa berharganya itu. itu mungkin remeh bagi yang lain, tapi tidak bagiku. itu harga mati buatku, aku mencintaimu apapun kata orang tentang itu.
aku malah kadang berfikir ‘tuk melangar segala norma
dadaku sesak oleh gumpalan rindu
seperti malam ini
dadaku sesak oleh gumpalan rindu
seperti malam ini
aku bertanyatanya dalam gundah. apa kau juga mengalami hal yang sama? kalau ternyata jawabanmu adalah tidak, tentulah aku orang termalang di dunia. tapi aku sudah tak peduli, aku sudah cukup puas dengan cintaku... ternyata aku bisa mencintaimu dengan begitu dalam.
aku rela malammalamku gelisah. aku ikhlas siang hariku terasa gundah. aku hanya butuh kau tahu. aku takkan berpaling darimu sedikitpun. karena kuyakin aku ditakdirkan begini. ditakdirkan untuk menjadi hamba cintamu.
--catatan disaat rasa cengengku memuncak—
Sunday, April 16, 2006
kAt@ meRekA
Bulan lalu tepatnya 7 april 2006 pada pukul 00:01:06, dalam rangka April Mop, saya mendapatkan sms dari seorang teman yang berbunyi begini :
“Tau g tiba-tiba saat ini sy tdk mengenal kamu & saya tidak percaya denganmu. Klo kamu mau tau alasannya merenunglah dan introspeksi diri kamu sendiri. Maaf…”
saya juga nggak ngerti apa maksudnya, oleh kaena itu, saya berusaha introspeksi diri dengan meminta pendapat beberapa teman tentangku. Ini beberapa pendapat dari teman :
“Tau g tiba-tiba saat ini sy tdk mengenal kamu & saya tidak percaya denganmu. Klo kamu mau tau alasannya merenunglah dan introspeksi diri kamu sendiri. Maaf…”
saya juga nggak ngerti apa maksudnya, oleh kaena itu, saya berusaha introspeksi diri dengan meminta pendapat beberapa teman tentangku. Ini beberapa pendapat dari teman :
[Wah, bang Kasman! Klo’ dibilang kesan saya padamu,
begitu bertanya-tanya “Siapa Dirimu?”
Ternyata saya tahu dirimu dengan persuasif, bukan tebak-tebakan.
So, thank’s banget tentang penjelasan about HMI DIPO & MPO.
So, lagi yang penting, “Be YourSelf by Your Self”]
Rio Ashadi (Rheeo!)
Ketua Dewan Kerja Nasional Pramuka
[Kamu sedikit misterius, kecerdasan dan intelektualitasmu
akan sangat diperlukan komunitas kita. Pesanku, Keep in Touch Bro!!!]
Eddy Setiawan (Eddy)
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia
[Saya bangga padamu. Dalam pemikiranmu tersimpan begitu banyak hal mulia, keinginan & pengabdian untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain.
Saya belajar banyak darimu. Kamu berbicara sesuatu, diawali dari perenungan & pemikiran yang mendalam. Selalulah berbagi & ‘bimbinglah’ orang lain
agar dapat menemukan inti terdalam dari diri mereka,
seperti halnya kamu telah mendapatkan inti terdalammu sendiri.
Thank’s 4 Everything. You’re The Best!]
Veranita (Ve’)
Aktivis Gemabudhi
[Sebarlah senyum & tetap rendah hati,
cari kebaikan & tulus ikhlas dengan sesama.
Kegelapan dapat menyembunyikan gunung, baru,
mobil mewah dan sebagainya,
tapi kegelapan tidak dapat menyembunyikan persaudaraan & kasih sayang]
Agung E. Ismawanto (Agung)
Ketua Umum Koperasi Pemuda Indonesia
[Kawan bisa menjadi teman yang baik,
bisa menjadi pembanding alternatif terbaik dalam mencari solusi
baik secara pribadi maupun kelompok.
Diam bukan berarti tidak tahu,
kawan ‘diam’ itu berarti ingin dan mau ‘memberi tahu’.
Kawan seorang pemikir dan usahakan tetap menjadi diri sendiri]
Bonifasius Jebarus (Boni)
Aktivis PMKRI
[Berbeda itu indah bung!
Greatfull boy
Bangsa ini butuh pemikir sepertimu
Keep Briliant Mind On You]
Sri Utami (Tamee)
Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
[Apa ya????? Kesan pertamaku, aku sungkan, masalahnya so silent,
tapi lama-lama asyik juga.
Jangan nikmati mutiara-mutiara pemikiran-pemikiranmu sendiri.
Berbagi keindahan mutiara dengan sesama adalah yang terbaik]
Zuhriyyah Hidayati (Zuh)
Ketua Umum Kohati Cab. Jakarta Selatan
[Feel Sad… Call Me…!
Feel Lonenly… Dream Me…!
Feel Hungry… Rebus Indomie…!]
Artati (Tati’)
Aktivis DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
[Kita tetap semangat aja
Jangan lupa nusantara]
Zakeus Rumpedai (Jack)
Aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia
[Diam-diam menghanyutkan
Mana ekspresinya!!!]
Meutia Hayati (Mute’)
Aktivis DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
[Sikap kalem saudara bukanlah kekurangan
melainkan lebih mempertegas integritas dan kecakapan intelektual saudara]
Yohanis Yeriko Fernando (Yeri)
Ketua Umum PMKRI Cabang Jakarta
[Kesan pertama begitu menggoda
Selanjutnya terserah anda ;p ]
Riyadh Candrawati (Iyadh)
Aktivis Ikatan Remaja Muhammadiyah
begitu bertanya-tanya “Siapa Dirimu?”
Ternyata saya tahu dirimu dengan persuasif, bukan tebak-tebakan.
So, thank’s banget tentang penjelasan about HMI DIPO & MPO.
So, lagi yang penting, “Be YourSelf by Your Self”]
Rio Ashadi (Rheeo!)
Ketua Dewan Kerja Nasional Pramuka
[Kamu sedikit misterius, kecerdasan dan intelektualitasmu
akan sangat diperlukan komunitas kita. Pesanku, Keep in Touch Bro!!!]
Eddy Setiawan (Eddy)
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia
[Saya bangga padamu. Dalam pemikiranmu tersimpan begitu banyak hal mulia, keinginan & pengabdian untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain.
Saya belajar banyak darimu. Kamu berbicara sesuatu, diawali dari perenungan & pemikiran yang mendalam. Selalulah berbagi & ‘bimbinglah’ orang lain
agar dapat menemukan inti terdalam dari diri mereka,
seperti halnya kamu telah mendapatkan inti terdalammu sendiri.
Thank’s 4 Everything. You’re The Best!]
Veranita (Ve’)
Aktivis Gemabudhi
[Sebarlah senyum & tetap rendah hati,
cari kebaikan & tulus ikhlas dengan sesama.
Kegelapan dapat menyembunyikan gunung, baru,
mobil mewah dan sebagainya,
tapi kegelapan tidak dapat menyembunyikan persaudaraan & kasih sayang]
Agung E. Ismawanto (Agung)
Ketua Umum Koperasi Pemuda Indonesia
[Kawan bisa menjadi teman yang baik,
bisa menjadi pembanding alternatif terbaik dalam mencari solusi
baik secara pribadi maupun kelompok.
Diam bukan berarti tidak tahu,
kawan ‘diam’ itu berarti ingin dan mau ‘memberi tahu’.
Kawan seorang pemikir dan usahakan tetap menjadi diri sendiri]
Bonifasius Jebarus (Boni)
Aktivis PMKRI
[Berbeda itu indah bung!
Greatfull boy
Bangsa ini butuh pemikir sepertimu
Keep Briliant Mind On You]
Sri Utami (Tamee)
Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
[Apa ya????? Kesan pertamaku, aku sungkan, masalahnya so silent,
tapi lama-lama asyik juga.
Jangan nikmati mutiara-mutiara pemikiran-pemikiranmu sendiri.
Berbagi keindahan mutiara dengan sesama adalah yang terbaik]
Zuhriyyah Hidayati (Zuh)
Ketua Umum Kohati Cab. Jakarta Selatan
[Feel Sad… Call Me…!
Feel Lonenly… Dream Me…!
Feel Hungry… Rebus Indomie…!]
Artati (Tati’)
Aktivis DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
[Kita tetap semangat aja
Jangan lupa nusantara]
Zakeus Rumpedai (Jack)
Aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia
[Diam-diam menghanyutkan
Mana ekspresinya!!!]
Meutia Hayati (Mute’)
Aktivis DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
[Sikap kalem saudara bukanlah kekurangan
melainkan lebih mempertegas integritas dan kecakapan intelektual saudara]
Yohanis Yeriko Fernando (Yeri)
Ketua Umum PMKRI Cabang Jakarta
[Kesan pertama begitu menggoda
Selanjutnya terserah anda ;p ]
Riyadh Candrawati (Iyadh)
Aktivis Ikatan Remaja Muhammadiyah
Subscribe to:
Posts (Atom)